Rabu, 21 Januari 2009

Kaka': Rossoneri Sejati!!

Satu pengumuman penting terpampang di website Milan :

It's all that matters, the love of milanisti won. Thanks president, thanks Kaka', Forza MILAN!!

Yup, kaka stay with us! What an extraordinary player. Mungkin gak ada satu pun orang didunia ini yang bakalan menolak gaji sekitar Rp 7 milyar lebih seminggu dan peluang untuk memecahkan rekor transfer terbesar sepanjang masa, hampir Rp 1.8T.

Tapi hal ini gak berlaku buat ricardo kaka. Kecintaannya kepada ACMILAN mementahkan seluruh issues tentang transfer dia ke manchester city. Dia menolak untuk hijrah ke manchester city, dan lebih memilih untuk stay di MILAN, klub impiannya sedari kecil. You know what, ketika masih berkostum sao paulo, dia sering bermain playstation dengan rekan2nya, dan tahukah anda apa klub yg dia mainkan? Yup ACMILAN! Dia telah bermimpi daridulu untuk bermain di Milan. Dan ketika semua itu telah tercapai, akankan dia melepaskannya? I doubt it.

Berbagai macam berita dalam dua minggu terakhir ini selalu meresahkan kami, milanisti, diseluruh dunia. Berita yang selalu membesar2kan kepindahan kaka dan betapa besarnya uang yang bergulir, yang bakal diterima oleh kaka, I'm sick with that!! padahal sipemain sendiri telah menegaskan bahwa dia ingin menghabiskan karirnya di Milan.

Well, listen to this asshole. All of your predictions were failed. Money is not in the God we trust. We believe in loyalty, we believe in honour, and we believe in dignity. So just take away all your money, we don't need it. And hands off our champions, sucker!! You think you can buy us with all your money? well, you're so fuckin' wrong. The red and black's flag on curva sud is much worthed than your money. And underneath the flag on the north of sansiro we'll continue to sing for Milan, till death do us apart...

Congrats Mr. Obama

Tadi malam adalah saat-saat bersejarah buat rakyat amerika. Kenapa? Karena untuk pertamakalinya cita-cita Martin Luther King jr tercapai, yaitu pelantikan obama sebagai presiden. Dan untuk pertama kali pula dalam sejarah mereka dipimpin oleh seorang presiden yang berasal dari kaum minoritas, kulit hitam. Yup, obama resmi menjadi presiden ke 44 Amerika serikat. Sekarang dia resmi menjadi Mr. President, bukan lagi Mr. President Elect.

Tidak tanggung-tanggung, biaya untuk inaugurasi ini mencapai Rp.1.8Triliun, cukup ironis mengingat Amerika sendiri tengah berada dalam keterpurukan ekonomi akibat krisis finansial. Dan yang lebih hebatnya lagi, pengamanan dalam pelantikan tersebut menjadi pengamanan terketat sepanjang sejarah amerika. 8000 polisi, 4000 petugas keamanan, dan 32000 personil militer dikerahkan untuk mengamankan pelantikan yang diperkirakan dihadiri oleh 2juta orang dan disiarkan secara langsung keseluruh penjuru dunia.

Euforia dari pelantikan ini menyebar kemana-mana, termasuk Indonesia. Seluruh stasiun televisi menyiarkan pelantikan tersebut secara langsung. Saya sampe bingung mindah2in channel tv, karena isinya itu semua, gak ada pilihan lain :(

pada saat menonton pelantikan tersebut banyak pertanyaan terlintas dikepala saya. Harapan banyak orang sangatlah besar kepadanya, untuk membawa amerika, yang pada akhirnya berpengaruh kepada dunia, untuk keluar dari krisis keuangan global yang terjadi sekarang ini.

Pertanyaannya, what if he failed to do the task? Bagaimana kalau kenyataan tidak sesuai dengan harapan? Perubahan tidak terjadi dalam waktu semalam toh? Bukannya saya pesimis, tapi lebih kepada mencoba untuk realistis. It's better to have your feets on the ground rather than your head on the cloud, right?

Tapi, biar bagaimanapun juga, saya tetap mengucapkan selamat kepada Obama, karena telah membuat sejarah baru, entah gimana kedepannya apakah lebih baik dari pendahulunya atau lebih buruk? Kita gak tau. Semoga saja lebih baik. We'll see...

Rabu, 14 Januari 2009

Tolooong

Semalem, ada kejadian yang lumayan lucu tapi menyedihkan.

Pas gue baru mau makan malem, ada yang ngetok pintu rumah. Gue pikir temen gue dateng buat ngajak nongkrong, tapi gak mungkin juga sih, soalnya hujannya amat sangat tidak bersahabat alias deres banget.

pas gue buka, ada orang sepantaran gue, basah kuyup and keliatannya kedinginan banget. Dia nanya ini rumahnya padang iwan bukan ya? kaget gue, bokap emang sering di panggil begitu, tapi dulu banget and sekarang gak lg. Gue jawab iya, ada apa ya? lalu dia bilang mo ketemu ma bokap gue. Kebetulan bokap lg sholat. Gue bilang aja lagi sholat, udah urusannya sama saya aja, sama aja koq. lalu dia mulai memperkenalkan diri, bahwa dia tuh anak dari temen lama bokap gue. Dan bahwa bapaknya baru saja meninggal, di daerah pangandaran. Ooo.. Nanti saya sampein ke bapak lah Gue bilang. Karna gue nyangka dia cuman mo ngabarin berita tersebut. Tapi gue heran koq dia sampe hujan2an and gak bawa payung lagi. Lalu dia melanjutkan bahwa dia ke Karawang untuk memberitahukan kabar duka tersebut kepada kakak kandungnya, yang rumahnya di kampung sebelah. Gue mikir ni orang tersesat kali yak? Ya udah lah kalo dia minta pasti gue anter. Tapi ternyata tidak. Lalu dia melanjutkan lagi, saya selisih jalan ama kakak saya. Pas saya dateng, kakak udah pergi ke Pangandaran. Otak bego gue masih belom nangkep kemana arah pembicaraan orang ini. saya kehabisan ongkos buat pulang... So that's the point. Dia ingin meminjam uang untuk ongkos ke pangandaran. Pertamanya gue kaget juga, wong gak kenal koq berani minjem2 yak? Tapi gue liat lg kondisinya, kayaknya beneran deh. Lagian siapa yang mau hujan2an kalo gak kepepet2 banget mah. So i assume he's telling the truth. Dia pun melanjutkan ceritanya lagi, bahwa dia sudah berkeliling dari pagi untuk mencari teman2 masa kecilnya dan juga teman2 bapaknya buat sekadar meminjam ongkos tapi selalu ditolak, karna tidak mengenali dia. Bahkan untuk sekadar menumpang makan pun gak dikasih. Hmm, gimana ya? Gue gak menyalahkan orang2 itu sepenuhnya, karena ya mungkin karna gak kenal. Lalu gue tanya, koq bawa ongkosnya ngepas banget. Dia bilang karna tadinya mo balik ama kakaknya, so he didn't think this would happen to him. But shit happens sometimes dude.. Akhirnya gue sanggupin, dan dia pun menangis sambil ngucapin terimakasih. Lalu dia pun pergi tanpa menunggu hujan reda.

Dulu, waktu gue masih kerja di Jakarta, pernah ngalemin kejadian yang hampir mirip. Pas lagi nunggu mobil didaerah cawang pas mo pulang ke karawang, gue juga pernah di mintain tolong ama seorang bapak. Dia berpakaian pegawai negeri. Dia bilang dia baru aja kecopetan, dan ingin meminjam ongkos buat pulang. Sayang, duit gue cuman pas buat ongkos pulang. Dengan berat hati, gue terpaksa menolak untuk memberikan bantuan. Tapi setelah itu, muncul perasaan bersalah, karena toh sebenernya bisa bantu walaupun sedikit. Dan dari situ gue janji, kalo ada yg minta tolong lagi, gue akan bantu sebisanya, walaupun cuman sedikit, tapi pasti berarti. Gue yakin akan hal itu.

hmm, agak sedikit heroic yak? Tapi gak koq, gue gak ngarepin pujian, buat apa? Lagian tu kan udah jadi kewajiban kita sebagai manusia buat ngebantu orang lain semampu kita. Bukan begitu? Moga dengan nyeritain ini, gak jadi riba buat gue.

Moral of the story, shit happens sometimes, so be prepare for unexpected events in your life. Dan kalo mo bepergian, bawa uang jangan ngepas donk mas... hehehe
bisa berabe...

cheers

Kamis, 08 Januari 2009

Gejolak Timur Tengah

Sebenernya gue males banget ngomongin soal perang, cuman gue udah jijik banget ngeliat tingkah polah fucking israel yang membabi-buta membantai rakyat sipil palestina. Yup, rakyat sipil. Wanita, anak-anak, dan orang tua...gila yak? atau lebih tepatnya edan!!

Yang gue tau cerita dimulai dari HAMAS yang menolak perpanjangan gencatan senjata, dan memili meluncurkan roket/mortir ke israel. Why? Karena emang gak ada gunanya gencatan senjata ama israel, cos tetep aja mereka kena boikot, no food, listrik & air dimatikan. Jadi gak ada gunanya. Lalu ternyata hal ini dimanfaatkan oleh israel untuk melakukan 'pembersihan etnis palestina'. Lalu tepat pas tahun baru umat muslim, mereka memberikan 'hadiah' yaitu dengan mengirimkan rudal2 mereka ke palestina. Rudal gak punya mata, semua dihabisin. Ck..ck..ck.. Gue gak nemuin kata2 makian yang pas, yang bisa ngegambarin perasaan gue atas tindakan ini.

Temen gue bilang be objective, jangan pandang ini dari segi perselisihan antar agama. Ok, gue pandang ini sebagai tragedi kemanusiaan. Tetep aja, ga ada alasan yang bisa dijadikan pembenaran atas tindakan israel terhadap palestina. Tetep aja gue nganggep mereka anj***, karena yang mereka serang tuh, rakyat sipil, yang gak ikut2 kebijakan politik HAMAS.

Negara-negara Arab juga gak melakukan apa2, khususnya mesir yang untuk membuka perbatasan mereka pun, gak mau. Malah pake tembakan peringatan segala, pas pengungsi minta perlindungan ama mereka. Shit!! Entah kekuatan politik darimana yang menekan mereka untuk sebegitu tidak pedulinya terhadap rakyat palestina. May GOD show HIS power, and punish the wrong.

Tiap hari gue liat berita di tv dan internet, gak tahan juga gue liatnya. Anak2 gak berdosa ikut jadi korban. But what can i do? I'm just a powerless man, no authority to move the army and don't have a political strength to push both party to stop the war.

Tapi gue juga gak setuju dengan apa yang mereka sebut jihad, dengan memb** bangsanya sendiri, seperti yang udah dilakukan Amrozi dkk. Kalo jihad yg dengan mengirim 'tentara rakyat' ke medan perang? Entahlah, tapi menurut gue malah useless, malah bikin lebih banyak korban yang jatuh, dari pihak kita. Cos gak kenal medan, dan kalah persenjataan. Maaf kalo ada yang gak setuju dengan pendapat gue.

Mending yang sekarang harus dilakukan adalah menyelamatkan rakyat palestina. Kirim obat2an dan tenaga medis, sambil terus bekerja sama dengan liga arab, uni eropa, australia, dan asean untuk mem'push' israel untuk menghentikan agresinya dan blokadenya terhadap palestina, so that bantuan dari kita bisa masuk kesana.

Last but not least, for YOU who involved civilians and dragged them into the war, FUCK YOU!!

update :
korban dari pihak palestina udah lebih dari 1000 orang, dan 30% nya adalah anak-anak. Dan yang lebih parahnya lagi, israel baru saja bombing sebuah rumah sakit di palestina. *sigh* (angry)

Temen gue bilang "don't hate the player, hate the game". Ok, gue ngakuin, gak semua israeli setuju dengan perang ini, dan Hamas pun gak terlalu suci karena mereka juga membunuh rakyat sipil israel. Yang gue benci emang perangnya, bukan playernya. Dah di tekankan diatas bahwa gue mencoba untuk melihat ini dari segi tragedi kemanusiaan, bukan dari segi agama. Meskipun cukup sulit untuk melihat perang ini dari sudut pandang selain agama. Karena related banget.

update lagi:
And now Israel announce cease of fire. Thanks God. It's about time.
Meskipun banyak nada pesimis bahwa gencatan senjata ini gak akan bertahan lama. Dan hanya ditujukan untuk memberikan ketenangan menjelang pelantikan Barack Obama sebagai presiden amrik, tapi menurut gue dah cukup lumayan lah. Daripada perang muluk. Gue merasa miris banget pas baca koran kemaren ni tentang komentar rakyat palestina mengenai gencatan senjata ini. Mereka satu suara, yaitu 'give us a break!'. Hanya itu yang mereka inginkan. Udah cukup kami mendengar desingan peluru dan hidup dicekam ketakutan, beri kami kesempatan untuk bernafas sejenak, beri kami kesempatan untuk melihat anak2 kembali ke sekolah, dan dengan leluasa mereka bisa bermain.
Wuih, rasanya gimana gitu baca statement mereka. Ternyata untuk bernafas lega aja merupakan barang mahal buat mereka. Well, i hope this peace at palestine will last longer, though i pretty much doubt about it :(