Real versus anonymous identity.
Kadang saya sering heran, kenapa orang memilih untuk anonymous, ga ngasih real identity aja?? Padahal kan tujuan dari ngeblog, baik weblog maupun microblogging, atau bergabung dengan situs jaringan sosial itu adalah untuk mencari teman.
Tapi, setelah cukup lama berblog walking ria, saya menemukan kasus-kasus yang cukup menarik. Mulai dari adanya pengagum rahasia, penipuan, stalkers, maupun permainan politik.
Hehehe...
Kalo udah blogwalking saya biasanya suka lupa daratan. Maen klak-klik aja.
Balik ke topik.
Memang, di dunia maya ini, sama aja dengan dunia nyata. Ga semua orang itu baik, tapi juga tidak semua orang jahat.
Sebenarnya, semua balik ke diri kita masing-masing.
Jujur, kadang-kadang saya ngerasa bete' juga, ketika mau bergabung kedalam sebuah komunitas. Mungkin karena saya emang baru, jadinya kadang-kadang dicuekin. Padahal kan emang beneran pengen ikut dan kenalan.
*sedih..*
Loh koq malah curcol sih??
Hehehe..
Oh ya, sedang membicarakan tentang anonymity ya? Hmm, menurut saya memang sah-sah saja orang untuk beranonim ria ataupun memberikan real identity. Tapi... ada tapinya nih, kita juga mesti tau bahwa ga semua hal-hal yang private kita umbar sembarangan.
Sebagai contoh :
1. No telp
2. Tanggal lahir
3. Alamat rumah lengkap
3 hal di atas tidak boleh di umbar sembarangan. Karena, bila diketahui orang, bisa... maluuu
Apalagi kalo udah tue kayak saya hehehe
Tapi serius, bila belum kenal terlalu dekat, menurut saya, sebaiknya kita tidak perlu memberikan hal-hal di atas. Kecuali kita sudah mengenal orang tersebut dengan baik.
Ada cara yang cukup mudah untuk 'menilai' seseorang, yaitu dengan menanyakan kepada orang atau komunitas yang kita percayai tentang orang tersebut. Atau bisa juga dengan 'kopdar'.
Tapi kalo kopdar, saya menyarankan untuk membawa teman.
Intinya, kita tidak perlu terlalu paranoid, karena tidak semua yang di internet itu jahat. Malah, siapa tau bisa berbagi informasi atau malah bisa dapet project. Kan sayang banget tuh, kalo cuma karna parno kita jadi kehilangan kesempatan. Karena, internet memang membuka berjuta kesempatan buat kita.
Real identity bisa kita gunakan kalau memang kita berniat bisnis di internet. Gak mungkin dong, orang mau berbisnis kalo memakai fake identity.
Hmm, kalo saya meskipun belum ingin berbisnis lewat internet, saya selalu memberikan real identity, not fake. Secara gue bukan seleb gitu loh hehehe ngapain anonym, lha wong pengen nyari temen koh hehehe
Dah gitu aja dulu..
Ceers...

