
I'm not affraid to let it out and gonna show you how I feel...

Satu pengumuman penting terpampang di website Milan :
It's all that matters, the love of milanisti won. Thanks president, thanks Kaka', Forza MILAN!!
Yup, kaka stay with us! What an extraordinary player. Mungkin gak ada satu pun orang didunia ini yang bakalan menolak gaji sekitar Rp 7 milyar lebih seminggu dan peluang untuk memecahkan rekor transfer terbesar sepanjang masa, hampir Rp 1.8T.
Tapi hal ini gak berlaku buat ricardo kaka. Kecintaannya kepada ACMILAN mementahkan seluruh issues tentang transfer dia ke manchester city. Dia menolak untuk hijrah ke manchester city, dan lebih memilih untuk stay di MILAN, klub impiannya sedari kecil. You know what, ketika masih berkostum sao paulo, dia sering bermain playstation dengan rekan2nya, dan tahukah anda apa klub yg dia mainkan? Yup ACMILAN! Dia telah bermimpi daridulu untuk bermain di Milan. Dan ketika semua itu telah tercapai, akankan dia melepaskannya? I doubt it.
Berbagai macam berita dalam dua minggu terakhir ini selalu meresahkan kami, milanisti, diseluruh dunia. Berita yang selalu membesar2kan kepindahan kaka dan betapa besarnya uang yang bergulir, yang bakal diterima oleh kaka, I'm sick with that!! padahal sipemain sendiri telah menegaskan bahwa dia ingin menghabiskan karirnya di Milan.
Well, listen to this asshole. All of your predictions were failed. Money is not in the God we trust. We believe in loyalty, we believe in honour, and we believe in dignity. So just take away all your money, we don't need it. And hands off our champions, sucker!! You think you can buy us with all your money? well, you're so fuckin' wrong. The red and black's flag on curva sud is much worthed than your money. And underneath the flag on the north of sansiro we'll continue to sing for Milan, till death do us apart...
Tadi malam adalah saat-saat bersejarah buat rakyat amerika. Kenapa? Karena untuk pertamakalinya cita-cita Martin Luther King jr tercapai, yaitu pelantikan obama sebagai presiden. Dan untuk pertama kali pula dalam sejarah mereka dipimpin oleh seorang presiden yang berasal dari kaum minoritas, kulit hitam. Yup, obama resmi menjadi presiden ke 44 Amerika serikat. Sekarang dia resmi menjadi Mr. President, bukan lagi Mr. President Elect.
Tidak tanggung-tanggung, biaya untuk inaugurasi ini mencapai Rp.1.8Triliun, cukup ironis mengingat Amerika sendiri tengah berada dalam keterpurukan ekonomi akibat krisis finansial. Dan yang lebih hebatnya lagi, pengamanan dalam pelantikan tersebut menjadi pengamanan terketat sepanjang sejarah amerika. 8000 polisi, 4000 petugas keamanan, dan 32000 personil militer dikerahkan untuk mengamankan pelantikan yang diperkirakan dihadiri oleh 2juta orang dan disiarkan secara langsung keseluruh penjuru dunia.
Euforia dari pelantikan ini menyebar kemana-mana, termasuk Indonesia. Seluruh stasiun televisi menyiarkan pelantikan tersebut secara langsung. Saya sampe bingung mindah2in channel tv, karena isinya itu semua, gak ada pilihan lain :(
pada saat menonton pelantikan tersebut banyak pertanyaan terlintas dikepala saya. Harapan banyak orang sangatlah besar kepadanya, untuk membawa amerika, yang pada akhirnya berpengaruh kepada dunia, untuk keluar dari krisis keuangan global yang terjadi sekarang ini.
Pertanyaannya, what if he failed to do the task? Bagaimana kalau kenyataan tidak sesuai dengan harapan? Perubahan tidak terjadi dalam waktu semalam toh? Bukannya saya pesimis, tapi lebih kepada mencoba untuk realistis. It's better to have your feets on the ground rather than your head on the cloud, right?
Tapi, biar bagaimanapun juga, saya tetap mengucapkan selamat kepada Obama, karena telah membuat sejarah baru, entah gimana kedepannya apakah lebih baik dari pendahulunya atau lebih buruk? Kita gak tau. Semoga saja lebih baik. We'll see...
Semalem, ada kejadian yang lumayan lucu tapi menyedihkan.
Pas gue baru mau makan malem, ada yang ngetok pintu rumah. Gue pikir temen gue dateng buat ngajak nongkrong, tapi gak mungkin juga sih, soalnya hujannya amat sangat tidak bersahabat alias deres banget.
pas gue buka, ada orang sepantaran gue, basah kuyup and keliatannya kedinginan banget. Dia nanya ini rumahnya padang iwan bukan ya?
kaget gue, bokap emang sering di panggil begitu, tapi dulu banget and sekarang gak lg. Gue jawab iya, ada apa ya?
lalu dia bilang mo ketemu ma bokap gue. Kebetulan bokap lg sholat. Gue bilang aja lagi sholat, udah urusannya sama saya aja, sama aja koq.
lalu dia mulai memperkenalkan diri, bahwa dia tuh anak dari temen lama bokap gue. Dan bahwa bapaknya baru saja meninggal, di daerah pangandaran. Ooo.. Nanti saya sampein ke bapak lah
Gue bilang. Karna gue nyangka dia cuman mo ngabarin berita tersebut. Tapi gue heran koq dia sampe hujan2an and gak bawa payung lagi. Lalu dia melanjutkan bahwa dia ke Karawang untuk memberitahukan kabar duka tersebut kepada kakak kandungnya, yang rumahnya di kampung sebelah. Gue mikir ni orang tersesat kali yak? Ya udah lah kalo dia minta pasti gue anter. Tapi ternyata tidak. Lalu dia melanjutkan lagi, saya selisih jalan ama kakak saya. Pas saya dateng, kakak udah pergi ke Pangandaran.
Otak bego gue masih belom nangkep kemana arah pembicaraan orang ini. saya kehabisan ongkos buat pulang...
So that's the point. Dia ingin meminjam uang untuk ongkos ke pangandaran. Pertamanya gue kaget juga, wong gak kenal koq berani minjem2 yak? Tapi gue liat lg kondisinya, kayaknya beneran deh. Lagian siapa yang mau hujan2an kalo gak kepepet2 banget mah. So i assume he's telling the truth. Dia pun melanjutkan ceritanya lagi, bahwa dia sudah berkeliling dari pagi untuk mencari teman2 masa kecilnya dan juga teman2 bapaknya buat sekadar meminjam ongkos tapi selalu ditolak, karna tidak mengenali dia. Bahkan untuk sekadar menumpang makan pun gak dikasih. Hmm, gimana ya? Gue gak menyalahkan orang2 itu sepenuhnya, karena ya mungkin karna gak kenal. Lalu gue tanya, koq bawa ongkosnya ngepas banget. Dia bilang karna tadinya mo balik ama kakaknya, so he didn't think this would happen to him. But shit happens sometimes dude.. Akhirnya gue sanggupin, dan dia pun menangis sambil ngucapin terimakasih. Lalu dia pun pergi tanpa menunggu hujan reda.
Dulu, waktu gue masih kerja di Jakarta, pernah ngalemin kejadian yang hampir mirip. Pas lagi nunggu mobil didaerah cawang pas mo pulang ke karawang, gue juga pernah di mintain tolong ama seorang bapak. Dia berpakaian pegawai negeri. Dia bilang dia baru aja kecopetan, dan ingin meminjam ongkos buat pulang. Sayang, duit gue cuman pas buat ongkos pulang. Dengan berat hati, gue terpaksa menolak untuk memberikan bantuan. Tapi setelah itu, muncul perasaan bersalah, karena toh sebenernya bisa bantu walaupun sedikit. Dan dari situ gue janji, kalo ada yg minta tolong lagi, gue akan bantu sebisanya, walaupun cuman sedikit, tapi pasti berarti. Gue yakin akan hal itu.
hmm, agak sedikit heroic yak? Tapi gak koq, gue gak ngarepin pujian, buat apa? Lagian tu kan udah jadi kewajiban kita sebagai manusia buat ngebantu orang lain semampu kita. Bukan begitu? Moga dengan nyeritain ini, gak jadi riba buat gue.
Moral of the story, shit happens sometimes, so be prepare for unexpected events in your life. Dan kalo mo bepergian, bawa uang jangan ngepas donk mas... hehehe
bisa berabe...
cheers